MEMBANGUN KEBERSAMAAN LEWAT KEGIATAN AKSIOMA

Dalam rangka persiapan seleksi AKSIOMA se-KKM An-Nur, pada hari Sabtu tanggal 17 September 2016, warga MTs. Al Hidayah melakukan berbagai macam persiapan. Mulai dari rapat koordinasi, menyeleksi siswa yang akan mengikuti lomba, hingga menyiapkan administrasi dan tempat untuk pelaksanaan seleksi. Kegiatan AKSIOMA yang akan berlangsung selama 1 (satu) hari ini akan mengikutkan 179 peserta dari 10 Madrasah (se-KKM An-Nur) .

Ragam perlombaan yang digelar terdiri dari seni dan olahraga. Cabang seni terdiri dari MTQ, pidato (Bahasa Inggris, Arab, dan Indonesia), tahfizh, dan kaligrafi. Cabang olahraga atletik terdiri dari lari 100m dan 400m, bulutangkis, tenis meja, dan voli.

Pada tahun ini, MTs. Al Hidayah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara seleksi AKSIOMA tingkat KKM An-Nur. Persiapan pun dilaksanakan sebulan sebelum acara dilaksanakan. Pembentukan panitia, rapat koordinasi, persiapan administrasi lomba, hingga membina siswa yang akan mengikuti lomba. Panitia melakukan persiapan dengan penuh semangat dan kekompakan

Namun sebetulnya, ada makna yang lebih mendalam dari kegiatan AKSIOMA tersebut. Bukan hanya sekedar melakukan persiapan ataupun bekerja sebagai panitia, namun lebih dimanfaatkan pada media pembangun kebersamaan. Di saat persiapan berlangsung, para siswa yang sedang berlatih akan berkumpul pada bidang perlombaan masing-masing, berusaha memberikan yang terbaik dan saling mensuport, baik itu teman sekelas maupun kakak/adik kelas. Begitupun bapak ibu guru yang menjadi panitia maupun pembimbing lomba, akan berkumpul pada bidang tugas masing-masing, berusaha untuk melakukan tugas sebaik mungkin. Secara otomatis, mereka akan menggalang persatuan untuk mensuport kemenangan pihak mereka (jika itu siswa) dan mendukung keberhasilan tugas panitia (jika itu guru). Tak hanya kebersamaan antar siswa, namun mereka juga dapat membangun kebersamaan antar guru maupun antar siswa dan guru. Berkumpulnya para guru dan siswa dapat digunakan sebagai media untuk mengakrabkan diri.

Kebersamaan tak hanya digalang oleh para siswa yang berlomba saja, namun juga oleh para siswa yang tidak mengikuti perlombaan. Bahkan siswa dilatih untuk menunjukkan penampilannya saat brakhirnya kegiatan sholat dhuha.

Tentulah, kegiatan yang sarat fungsi dan makna ini perlu dipertahankan eksistensinya untuk tahun-tahun berikutnya, lebih-lebih dilakukan beberapa inovasi dan ide kreatif lainnya. Misalnya, dengan adanya pendokumentasian persiapan kegiatan, yang dapat digunakan sebagai media penyalur kebersamaan. Bagaimanapun, kebersamaan merupakan kunci pokok keberhasilan dan kesuksesan.

Penulis: Eni Rahayu, S.Pd

Editor: Muhammad Islahul Mukmin, M.Si., M.Pd & Dewi Yulia, S.Pd

Categories: Profil Madrasah | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Happy is Simple

apa adanya Bunda, Bunda apa adanya

zuhdiku

Membuka hati, berbagi inspirasi.

muhammadislahulmukmin

Just another WordPress.com site

Al Hidayah Wajak

A second home for your children

%d blogger menyukai ini: